Krisis Air Akan Jadi Masalah Baru Industri Otomotif, Satu Mobil Butuh 4.000 Liter

Muhamad Fadli Ramadan
Ancaman krisis air di masa mendatang akan menjadi masalah baru pabrikan otomotif. (Foto: Reuters)

Pernyataan yang dilayangkan Griffiths bukan omong kosong, dia melihat Eropa selatan sudah sangat kering. Bahkan, dirinya sudah berbicara dengan menteri di Catalunya mengenai situasi tersebut karena jelas sangat mengkhawatirkan.

“Tentu saja , kita bisa mengambil air laut dan menghilangkan garamnya, tapi itu akan sangat boros energi. Kami membutuhkan hujan karena pembuatan mobil membutuhkan air,” ujarnya.

Mengantisipasi hal tersebut, Wayne Griffiths mengatakan bahwa saat ini perusahaan fokus pada model tertentu. Dia menegaskan memproduksi Cupra menjadi prioritas ketimbang SEAT yang peminatnya dari kalangan tertentu.

“Kami harus membuat keputusan strategis dan menetapkan prioritas kami. Ketika kami tidak memiliki cukup semikonduktor, kami memutuskan untuk memprioritaskan Cupra, yang sayangnya berdampak negatif pada SEAT,” ucapnya.

Seperti diketahui, beberapa produsen memang masih kesulitan dengan suplai chip semikonduktor, terutama kendaraan mewah. Ini membuat produksi mereka terbatas dan membutuhkan waktu lama untuk membangun satu mobil saja.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Ini Kata Purbaya soal Nasib Insentif Mobil Listrik di 2026

Internasional
26 hari lalu

Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen

Mobil
1 bulan lalu

Lewat GJAW 2025, BYD Kian Aktif Dukung Industri Otomotif Nasional

Aksesoris
1 bulan lalu

Otomotif Indonesia 2025 Hadapi Tantangan, Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal