Krisis Air Akan Jadi Masalah Baru Industri Otomotif, Satu Mobil Butuh 4.000 Liter

Muhamad Fadli Ramadan
Ancaman krisis air di masa mendatang akan menjadi masalah baru pabrikan otomotif. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id– Krisis chip semikonduktor yang dialami industri otomotif sudah mulai teratasi. Namun, ancaman krisis air di masa mendatang akan menjadi masalah baru pabrikan otomotif.

Dikutip dari Car Dealer Magazine, Kamis (4/5/2023), Eropa mengalami musim panas terkering dalam 500 tahun terakhir pada 2022. Curah hujan minimal selama musim dingin, membuat banyak pemerintah telah memperingatkan akan terjadinya krisis air.

Krisis air bukan hanya akan berdampak pada pertanian, tapi juga akan menimpa industri otomotif. Pasalnya, berdasarkan pernyataan perusahaan pengelola air Ecolab, dibutuhkan 4.000 liter air untuk membuat satu mobil saja.

Wayne Griffiths, CEO SEAT and Cupra yang memiliki berbagai pabrik di Spanyol mengatakan prihatin dengan kelangkaan ini. Dia meyakini hal tersebut akan menjadi krisis berikutnya setelah krisis semikonduktor, yang melumpuhkan produsen mobil sejak Covid-19 dimulai.

“Meski situasi semikonduktor membaik, kita akan menghadapi krisis berikutnya, yang menurut saya akan menjadi krisis air,” kata Griffiths.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
Nasional
6 hari lalu

Ini Kata Purbaya soal Nasib Insentif Mobil Listrik di 2026

Internasional
26 hari lalu

Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen

Mobil
1 bulan lalu

Lewat GJAW 2025, BYD Kian Aktif Dukung Industri Otomotif Nasional

Aksesoris
1 bulan lalu

Otomotif Indonesia 2025 Hadapi Tantangan, Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal