Selain itu, saat pengemudi menginjak pedal rem, bobot kendaraan akan berpindah ke depan. Kondisi tersebut membuat ban depan bekerja lebih berat dibandingkan ban belakang.
Sebab itu, tekanan angin yang sesuai membantu menjaga kestabilan kendaraan, membuat setir lebih ringan, serta meningkatkan akurasi pengendalian.
Mobil Penuh Muatan: Ban Belakang Lebih Tinggi
Kondisi berbeda terjadi ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh dengan banyak penumpang atau barang bawaan. Jika kursi belakang terisi penuh dan bagasi membawa banyak barang, beban terbesar justru berada di bagian belakang mobil.
Dalam situasi ini, tekanan angin ban belakang biasanya perlu ditambah sesuai rekomendasi pabrikan. Penyesuaian tersebut bertujuan agar ban mampu menopang beban tambahan tanpa mengalami deformasi berlebihan yang dapat memicu keausan tidak merata maupun peningkatan suhu ban.
Meski ban belakang dapat diisi lebih tinggi saat membawa beban berat, pemilik kendaraan tidak disarankan menambah tekanan angin secara sembarangan. Tekanan yang terlalu tinggi dapat mengurangi daya cengkeram ban ke permukaan jalan, membuat mobil terasa lebih keras saat melewati jalan bergelombang, dan meningkatkan risiko tergelincir saat hujan.