Menariknya, Luce akan dibekali paddle shifter seperti mobil konvensional. Namun, fitur ini tidak digunakan untuk mengatur regenerasi pengereman seperti pada kebanyakan mobil listrik, melainkan untuk mengatur distribusi torsi agar pengalaman berkendara terasa lebih dinamis.
Ferrari juga menaruh perhatian besar pada aspek suara. Berbeda dengan beberapa produsen lain yang meniru suara mesin pembakaran internal, Ferrari memilih memperkuat suara asli motor listrik.
“Motor listrik tidak sepenuhnya senyap. Ada suara di sana,” ujar Vigna.
Dia menambahkan tantangan utamanya adalah mengolah suara tersebut agar tidak terdengar mengganggu. Ferrari ingin menghadirkan karakter suara yang autentik tanpa kesan buatan.
Meski hadir sebagai mobil listrik, Luce dipastikan tidak akan difokuskan untuk lintasan balap. Ferrari lebih menekankan pengalaman emosional dan kenikmatan berkendara khas mereka, meskipun tanpa mesin konvensional.
Langkah Ferrari ini menunjukkan bahwa era elektrifikasi tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga bagaimana teknologi dapat diselaraskan dengan kenyamanan dan emosi pengemudi.