Ferrari Gandeng NASA Atasi Masalah Akselerasi pada Mobil Listrik Luce

Dani M Dahwilani
Ferrari menggandeng Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatasi masalah akselerasi ekstrem pada mobil listrik pertamanya, Luce. (Foto: Ferrari)

JAKARTA, iNews.id Ferrari menggandeng Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatasi masalah akselerasi ekstrem pada mobil listrik pertamanya, Luce. Langkah ini diambil karena akselerasi mobil listrik dinilai bisa terlalu agresif hingga berdampak pada kenyamanan pengemudi.

CEO Ferrari Benedetto Vigna mengatakan performa mobil listrik yang terlalu cepat justru dapat menimbulkan efek tidak nyaman. Dia menyebut, akselerasi yang berlebihan bisa “mengganggu otak” pengemudi.

“Kadang akselerasi mobil listrik terlalu linier dan terlalu banyak, karena bisa mengganggu otak kita,” kata Vigna dalam wawancara.

Untuk itu, Ferrari bekerja sama dengan NASA guna memahami batas toleransi manusia terhadap percepatan kendaraan. Kolaborasi ini bertujuan menemukan titik ideal antara performa tinggi dan kenyamanan berkendara.

Selain akselerasi longitudinal, Ferrari juga fokus pada sejumlah elemen lain yang membentuk sensasi berkendara. Di antaranya akselerasi lateral, sistem pengereman, perpindahan gigi, serta suara kendaraan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

J5 Hybrid Belum Jadi Prioritas, Jaecoo Pilih Fokus Penuhi Pesanan Model EV

57 tahun lalu

Xpeng X9 Facelift dan G6 Pro AWD Meluncur di Indonesia, Benamkan Teknologi AI Terbaru

57 tahun lalu

Jaecoo Ungkap 20.000 Unit J5 EV Telah Dikirim ke Konsumen, Ternyata Ini Tipe Paling Diburu  

57 tahun lalu

Lepas Boyong Mobil Listrik E4 EV ke Indonesia, Jarak Tempuh Tembus 500 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal