Meski demikian, pihak berwenang belum memastikan sistem yang dimaksud merupakan Autopilot atau Full Self-Driving (Supervised), dua fitur bantuan pengemudi yang dikembangkan Tesla.
Keluarga korban mengungkapkan kecelakaan tersebut terjadi di area rumah yang sering digunakan anak-anak untuk beraktivitas. Beruntung tidak ada korban lain yang mengalami luka serius dalam peristiwa itu.
Sementara Butler juga mengalami cedera akibat kecelakaan tersebut. Namun penyidik menyebut tidak ditemukan indikasi pengaruh alkohol maupun zat terlarang pada pengemudi.
Hingga kini belum ada dakwaan yang diajukan terhadap Butler. Aparat masih mengumpulkan bukti dan mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Kasus ini turut menarik perhatian Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (NHTSA). Lembaga tersebut telah membuka penyelidikan independen guna mengetahui apakah sistem bantuan pengemudi Tesla memiliki kaitan dengan insiden maut tersebut.