Staunton bukan satu-satunya kota yang mengambil langkah tersebut. Laporan media nasional menyebut kota-kota di Oregon, California, Arizona, dan sejumlah negara bagian lain juga menangguhkan atau mengakhiri kerja sama dengan Flock Safety. Isu utama yang mencuat berkaitan dengan penyimpanan data, kontrol akses, serta potensi akses oleh lembaga di luar negara bagian.
Di Windsor, Dewan Kota memberikan suara 8-1 untuk mematikan kamera ALPR yang dioperasikan Flock hingga klausul kontrak atau sistem pengganti dinilai sesuai dengan kebijakan privasi dan keamanan baru. Sebanyak 16 kamera tetap di titik masuk dan keluar kota diketahui merekam data pelat nomor belakang kendaraan yang melintas.
Sejumlah anggota dewan menyoroti pentingnya transparansi dan mekanisme pengawasan yang jelas. Wali Kota Nuchette Black-Burke menyebut keputusan tersebut sebagai persoalan prinsip. Menurutnya, ini aspirasi warga menuntut adanya kontrol ketat terhadap penggunaan teknologi pengawasan.
Anggota Dewan Ojala Naeem yang mengajukan mosi penghentian sementara, menilai keselamatan publik tetap harus berjalan beriringan dengan perlindungan privasi. Dia menyatakan kota memiliki waktu hingga Mei untuk memutuskan apakah kontrak akan dibatalkan sepenuhnya.
Pendukung sistem ALPR berpendapat teknologi ini terbukti membantu aparat dalam mengungkap kasus kejahatan. Kamera mampu memindai ribuan pelat nomor per hari dan mencocokkannya dengan basis data kendaraan curian atau daftar pencarian orang. Dari sisi operasional, alat ini dinilai efisien dan responsif.