Banyak Kota Tiba-Tiba Hentikan Penggunaan Kamera Pembaca Pelat Nomor Otomatis, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews.id – Banyak kota tiba-tiba menghentikan penggunaan kamera pembaca pelat nomor otomatis atau Automated License Plate Reader (ALPR). Ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran soal privasi dan penyimpanan data.
Dilansir dari Carscoops, Kamis (23/2/2026), sejumlah pemerintah daerah di Amerika Serikat memilih mengakhiri kontrak dengan perusahaan teknologi keamanan Flock Safety. Keputusan ini memicu perdebatan antara efektivitas penegakan hukum dan perlindungan kebebasan sipil.
Terbaru, Kota Staunton, Virginia, AS, secara resmi menghentikan penggunaan kamera pembaca pelat nomor otomatis milik Flock Safety. Pada 19 Desember 2025, pejabat kota mengumumkan pengakhiran kontrak dengan perusahaan berbasis di Atlanta tersebut. Kamera ALPR stasioner yang terpasang di berbagai titik kota akan dimatikan dan dipindahkan.
Keputusan itu muncul setelah email dari CEO Flock Safety, Garrett Langley. Dalam pesannya, dia menyebut perusahaan dan mitra penegak hukum sedang berada di bawah “serangan terkoordinasi” dari kelompok aktivis yang ingin mengurangi anggaran kepolisian dan melemahkan keamanan publik.
Pemerintah Staunton menilai narasi tersebut tidak mencerminkan nilai dan semangat demokrasi di kota itu.
Departemen Kepolisian Staunton sebelumnya melaporkan berbagai keberhasilan penggunaan teknologi ALPR. Kepala Polisi Jim Williams, yang telah bertugas lebih dari empat dekade, pernah membela kamera itu sebagai alat efektif untuk menemukan orang hilang, memulihkan kendaraan curian, serta mengidentifikasi tersangka di sekitar lokasi kejadian.
Staunton bukan satu-satunya kota yang mengambil langkah tersebut. Laporan media nasional menyebut kota-kota di Oregon, California, Arizona, dan sejumlah negara bagian lain juga menangguhkan atau mengakhiri kerja sama dengan Flock Safety. Isu utama yang mencuat berkaitan dengan penyimpanan data, kontrol akses, serta potensi akses oleh lembaga di luar negara bagian.
Di Windsor, Dewan Kota memberikan suara 8-1 untuk mematikan kamera ALPR yang dioperasikan Flock hingga klausul kontrak atau sistem pengganti dinilai sesuai dengan kebijakan privasi dan keamanan baru. Sebanyak 16 kamera tetap di titik masuk dan keluar kota diketahui merekam data pelat nomor belakang kendaraan yang melintas.