5 Cara Mengatasi Microsleep saat Berkendara, Awas Jangan sampai Ketiduran

Annastasya Rizqa
Di balik meningkatnya mobilitas kendaraan, terdapat risiko besar yang sering diabaikan pengemudi, yakni microsleep saat berkendara. (Foto: Ilustrasi/AI)

Mengonsumsi kafein secara berlebihan juga tidak disarankan. Sebab, hal tersebut dapat memicu efek samping seperti jantung berdebar atau rasa tidak nyaman.

4. Berinteraksi dengan Penumpang

Bagi pengemudi yang tidak berkendara sendirian, keberadaan penumpang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kewaspadaan. Mengobrol ringan atau mendengarkan cerita dapat membuat otak tetap aktif.

Interaksi sederhana dapat membantu mengurangi rasa jenuh selama perjalanan jauh. Hal ini juga dapat menjaga pengemudi tetap fokus pada kondisi jalan.

Jika memungkinkan, lakukan pergantian pengemudi secara berkala. Cara ini efektif untuk mengurangi kelelahan akibat menyetir terlalu lama.

5. Kenali Tanda-Tanda Microsleep

Microsleep biasanya diawali dengan beberapa tanda yang bisa dikenali. Gejala yang sering muncul antara lain sering menguap, mata terasa berat, dan sulit berkonsentrasi.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan Tewaskan 5 Orang di Tol Pekanbaru-Dumai, Diduga Sopir Microsleep

57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Hiace Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai Riau, 5 Orang Tewas

57 tahun lalu

Jasa Marga Ungkap Microsleep Jadi Penyebab Utama Kecelakaan selama Mudik Lebaran

57 tahun lalu

Transjakarta Adu Banteng di Jalur Langit Cipulir, Pramono Minta Operator Disanksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal