Mobil Tua Pakai Oli Sintetis, Ini Dampaknya

Riyandy Aristyo
Pelumas dengan bahan mineral biasanya untuk mobil-mobil produksi lama karena ukuran kerapatan antara seher dan rumah tidak serapat mobil modern. (Foto: Blauparts)

Menurut Widodo, mobil lama memang harus menggunakan pelumas berbahan mineral, sesuai dengan anjuran buku perawatan. "Kalau mobil lama pakai oli baru, pasti loss karena ukuran lubangnya besar. Jadi, pelumasnya harus berbahan mineral," katanya.

Selain loss, jika mobil tua dipaksakan memakai pelumas berbahan sintetis, kandungan mineral yang menempel di dinding akan luntur sehingga memengaruhi kinerja mesin.

"Biasanya mobil lama yang memakai oli bermineral, mineralnya pasti nempel di dinding mesin, berbeda dengan sintetik yang bening dan non-sulfur. Karena sifatnya membersihkan mesin, oli sintetis justru akan membuat mineral itu luntur. Nanti pengaruh ke mesin," ujar Widodo.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Niaga
14 hari lalu

Harga Oli Mobil dan Motor Bisa Terus Naik, Produsen Mulai Kencangkan Ikat Pinggang

Nasional
14 hari lalu

Minyak Dunia Bergejolak, Harga Oli Terancam Naik Berkali-kali Lipat

Aksesoris
14 hari lalu

Ekspansi Pasar Pelumas di Indonesia, Top 1 Kolaborasi Garuda

Niaga
19 hari lalu

Harga Pelumas Kendaraan di Indonesia Naik, Imbas Geopolitik dan Rupiah Melemah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal