Lampu Mobil Terlalu Terang Jadi Perdebatan di Kanada dan AS, Ganggu Pengendara Lain

Dani M Dahwilani
Debat lampu depan terlalu terang kembali memanas setelah banyak pengemudi mengeluhkan silau di malam hari. (Foto: Ilustrasi/iNews.id)

Industri Mulai Berbenah

Meski demikian, industri otomotif tidak sepenuhnya lepas dari sorotan. Pada 2017, lebih dari 20 persen sistem lampu depan yang diuji IIHS menghasilkan silau berlebihan.

Untuk model tahun 2025, angka tersebut turun drastis menjadi hanya beberapa persen. Program penilaian keselamatan kini tidak hanya memberi penghargaan pada pencahayaan yang baik, tetapi juga menghukum desain yang menimbulkan silau berlebihan.

Teknologi bantuan pengemudi modern seperti lampu jauh otomatis juga membantu mengurangi risiko menyilaukan pengendara lain. Sistem pencegah keluar jalur dinilai dapat menekan potensi kecelakaan akibat gangguan visibilitas.

Debat lampu depan terlalu terang kini berada di persimpangan antara kenyamanan dan keselamatan. Di satu sisi, pengemudi menginginkan pengalaman berkendara malam yang lebih nyaman, namun di sisi lain data menunjukkan peningkatan kualitas pencahayaan justru berkontribusi pada penurunan angka kecelakaan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rambah Indonesia, Produsen Lampu Otomotif China AES Lakukan Uji Ekstrem

57 tahun lalu

Studi: Lampu LED Bisa Jadi Sumber Kecelakaan!

57 tahun lalu

Perbedaan Headlamp dan Foglamp pada Mobil, Intip Teknologi Baru yang Dikembangkan

57 tahun lalu

GIIAS 2025, Autovison Pamerkan Teknologi Lampu BiLED

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal