Material tersebut membuat komponen terlihat jauh lebih premium. Selain itu, tampilan logam tersebut juga membantu membenarkan harga tinggi yang dipasang produsen. Namun secara fungsi, perbedaan antara keduanya ternyata tidak terlalu signifikan.
Alih-alih membeli komponen baru seharga lebih dari 1.200 dolar AS, mekanik memutuskan memperbaiki tutup tangki lama. Mereka hanya mengganti bagian plastik yang rusak menggunakan komponen dari tutup tangki Ford Focus Mk2.
Cara tersebut, bagian aluminium asli dari Lamborghini tetap digunakan sehingga tampilannya tidak berubah.
Hasilnya, biaya perbaikan yang harus dibayar pemilik mobil hanya sekitar 100 dolar AS atau sekitar Rp1,5 juta. Angka ini jauh lebih murah dibandingkan membeli komponen baru dari dealer resmi.
Kasus ini memberikan pelajaran menarik bagi pemilik mobil premium. Tidak jarang produsen mobil mewah menggunakan komponen yang sebenarnya juga dipakai pada kendaraan dari merek lain.
Sebagai contoh, beberapa komponen mobil Porsche juga digunakan pada model dari Volkswagen atau Audi.
Jika pemilik mobil mengetahui hal ini, mereka bisa mendapatkan suku cadang yang sama dengan harga jauh lebih murah. Perbedaannya sering kali hanya pada logo atau kemasan yang melekat pada merek premium tersebut.
Kisah ini menjadi bukti bahwa di balik mahalnya perawatan mobil supercar, terkadang terdapat komponen sederhana yang berasal dari mobil biasa dengan harga jauh lebih terjangkau.