Heboh! Lamborghini Jadi Kendaraan Niaga Bebas dari Pajak Mobil Mewah
JAKARTA, iNews.id - Penggunaan mobil perusahaan biasanya identik dengan kendaraan fungsional dan efisien, seperti MPV, sedan atau SUV kelas menengah. Namun, kasus di Jerman berbeda, seorang wiraswasta berhasil meyakinkan pengadilan supercar Lamborghini Aventador sebagai kendaraan niaga.
Keputusan tersebut bukan sekadar rumor, melainkan putusan resmi dari Bundesfinanzhof. Putusan yang ditandatangani pada akhir 2024 tersebut kini kembali ramai dibicarakan publik karena dinilai tidak biasa.
Kasus ini bermula saat otoritas pajak mencurigai laporan seorang ahli forensik yang mengklaim memiliki armada kerja terdiri atas BMW 740d xDrive dan Lamborghini Aventador. Kedua kendaraan tersebut bukan milik pribadi, melainkan disewa dan digunakan untuk operasional bisnis.
Menariknya, Lamborghini tersebut dipasangi stiker promosi perusahaan, menjadikannya semacam “papan iklan berjalan”. Meski terdengar tidak lazim, strategi ini dianggap sebagai bagian dari aktivitas bisnis.
Kecurigaan muncul ketika petugas pajak menemukan catatan penggunaan kendaraan yang ditulis tangan dan sulit dibaca. Hal ini membuat otoritas meragukan apakah mobil tersebut benar-benar digunakan untuk kepentingan usaha, atau justru untuk penggunaan pribadi.