Ban yang baru akan mencengkram dan berhenti saat direm. Sementara ban lama yang sudah gundul masih berputar, sehingga akselerasi kendaraan menjadi tidak seimbang. Ini berbahaya saat mobil dalam kecepatan tinggi.
3. Satu Poros
Dia mengingatkan saat dipasang harus satu poros kiri dan kanan. "Beli satu enggak oke, kanan-kiri cengkramannya jadi beda. Ban yang baru lebih mencengkram, sedangkan ban setengah botak kurang mencengkram. Jika direm akan membuang," kata Bambang.
4. Penempatan ban
Lalu, bagaimana posisi pemasangan dua ban baru ditempatkan di bagian depan atau belakang? "Orang kebanyakan meminta pasang di depan. Mereka beranggapan kalau ban depan pecah kecelakaannya bisa fatal. Itu tidak benar. Ban belakang pecah juga bisa berakibat fatal," ujar Bambang.
Menurutnya, ban baru ideal dipasang di belakang, baik mobil yang berpenggerak roda depan maupun belakang. Pertimbangannya, dalam pengemudian ada istilah oversteer dan understeer. Ini yang harus perhatikan.
"Kalau ban depan baru, ban depan akan lebih mencengkram. Namun, ketika direm ban belakang akan meluncur karena daya cengkeramnya kurang, maka terjadi oversteer," katanya.