Berdasarkan hasil penelusuran, konten penipuan itu disebarkan melalui platform TikTok. Modus yang digunakan dengan mencantumkan tautan atau informasi nomor WhatsApp pribadi di dalam video, dengan mengeklaim nomor tersebut merupakan saluran langsung untuk mengklaim bantuan dari Purbaya.
Secara fisik, video tersebut memperlihatkan visual wajah Purbaya dengan latar belakang (background) tirai biru. Namun, gerak bibir, mimik wajah, dan artikulasi suara terdeteksi tidak natural dan dipastikan diproduksi menggunakan perangkat lunak generator video AI (deepfake).
Hoaks ini lantas menjadi perhatian karena unggahan manipulatif tersebut terindikasi mulai masuk ke halaman rekomendasi utama (For Your Page/FYP) warga TikTok, serta telah mengantongi metrik interaksi berupa ribuan tanda suka (likes) dari pengguna sebelum akhirnya diklarifikasi oleh Kemenkeu.