“Ini adalah tekad dan komitmen kami berdua. Kami selalu memberikan arahan untuk betul-betul berpegang kepada ketentuan-ketentuan dan etika-etika yang seharusnya dipegang oleh para penanggung jawab pengadaan barang dan jasa,” sambungnya.
Gus Ipul juga memastikan bahwa seluruh program, termasuk pengadaan pada tahun sebelumnya telah melalui proses audit.
“Nah, untuk itulah, ya, teman-teman sekalian, proses-proses telah dilaksanakan dan pada tahun 2025 tentu program-program sudah berjalan, dan seluruh program itu juga diaudit oleh BPKP, diaudit juga oleh BPK. Setiap temuan-temuan tentu akan segera kami tindaklanjuti sebagai catatan agar tidak terulang pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Sebelumnya, Gus Ipul telah memaparkan rincian pengadaan sepatu Sekolah Rakyat tahun 2025 yang mencakup berbagai jenis sepatu untuk siswa dan guru. Ia menyebut terdapat selisih antara pagu anggaran dan harga realisasi dalam sejumlah item.
Salah satu contohnya, sepatu PDL siswa memiliki pagu anggaran Rp700.000, namun direalisasikan sebesar Rp640.000 per pasang, sehingga terdapat selisih Rp60.000.