UU EBT Harus Berada dalam Kepentingan Negara

Michelle Natalia
Energi Baru Terbarukan. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf).

Menurutnya, adanya potensi mahalnya harga EBT terlihat pada skema feed in tariff di Rancangan UU EBT. Dengan skema ini, penentuan tarif listrik EBT ditentukan dari awal. Skema ini akan menjadi beban bagi PLN sebagai off-taker listrik berbasis EBT karena harga sudah ditentukan tanpa bisa dinegosiasikan ke depan.  

Skema feed in tariff masih wajar di masa lalu karena EBT dan pengelolaannya masih mahal. Tetapi dengan perkembangan teknologi saat ini, harga EBT sudah lebih murah. Dia mencontohkan harga listrik PLTS Cirata terbaru yang hanya sekitar USD5,8 sen/kWh.

Sehingga jika situasinya sudah murah, tetapi  RUU menetapkan dengan harga mahal dan APBN harus menambalnya, ia nilai  tidak tepat dan ketinggalan. “Negara lain sudah melakukan itu di masa lalu saat harga mahal, tapi kita melakukannya pas sudah murah, ini harga pasar sudah terbentuk dan efisiensi, kalau dimahalkan lagi, berarti pemerintah intervensi memahalkan harga," katanya. 

Penurunan Emisi Karbon

Mukhtasor juga menilai penurunan emisi karbon juga bukan hanya masalah menggenjot EBT. Menurutnya banyak upaya yang bias dilakukan untuk menurunkan emisi karbon, termasuk juga mengefisienkan penggunaan energi fosil. 

Dirinya menyatakan. kinerja sektor energi untuk menurunkan emisi karbon sangat bagus dibandingkan sektor-sektor lainnya. Bahkan, target penurunan emisi karbon di sektor energi berdasarkan catatan terbaru sudah tercapai. 

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Nasional
5 hari lalu

Antam-Huayou Bentuk Konsorsium Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp100 Triliun

Nasional
14 hari lalu

Wajahnya Sering Dijadikan Meme, Bahlil: Ada Pihak yang Bermain

Nasional
28 hari lalu

ESDM: Porsi EBT di Bauran Energi Naik Jadi 15,75 Persen, Tambahan Terbesar dari PLTA

Nasional
2 bulan lalu

Bahlil Laporkan Kompensasi dan Subsidi Listrik Capai Rp210 Triliun: Masih On the Track

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal