Antam-Huayou Bentuk Konsorsium Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp100 Triliun
JAKARTA, iNews.id - PT Aneka Tambang Tbk atau Antam resmi membentuk konsorsium dengan perusahaan asal China untuk membangun ekosistem baterai mobil listrik. Estimasi nilai investasi proyek ini mencapai 6 miliar dolar AS atau setara Rp100,64 triliun (kurs Rp16.774 per dolar AS).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, pengembangan industri ini masih membutuhkan dukungan mitra luar negeri, terutama dalam bentuk transfer teknologi, akses pasar, dan manajemen profesional.
"Saya ulangi, arahan Bapak Presiden Prabowo, bahwa dalam rangka pengurangan sumber daya alam, baik sekarang maupun di depan, kita harus memprioritaskan kepentingan negara," ucap Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip, Sabtu (31/1/2026).
Dengan rencana kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 Giga Watt hour (GWh), ekosistem yang dikembangkan diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Asia.
Kementerian ESDM Sita 50.000 Ton Batu Bara di Kutai Kartanegara, Diduga Ilegal
Konsorsium ini berpotensi menciptakan sekitar 10.000 lapangan kerja baru. Rencana tersebut akan dirinci lebih lanjut melalui studi kelayakan yang masih disusun.