Udara Jabodetabek Masuk Level Beracun, Ahli Peringatkan Situasi Darurat Kesehatan Publik!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi polusi udara di Jabodetabek. (Foto: iNews)

Dokter Dicky menegaskan, pemerintah Jabodetabek harus melakukan reaksi cepat untuk mengatasi kondisi ini. Bukan hanya memberi imbauan ke masyarakat agar kembali menggunakan masker yang berkualitas, tapi juga melakukan intervensi lebih jauh.

Upaya yang bisa dilakukan pemerintah mulai dari memberikan layanan pemeriksaan kesehatan ke masyarakat, mencari tahu sumber polusi dan menangani masalahnya, maupun penanaman pohon yang masif. 

Jika kondisi ini dianggap angin lalu, sambung dr Dicky, beban BPJS akan semakin berat. Selain itu, dampak lainnya adalah produktivitas menjadi menurun karena banyak orang yang sakit. 

Polusi Udara Adalah Silent Endemic

Lebih lanjut, dr Dicky menjelaskan bahwa polusi udara merupakan 'silent endemic'. Artinya, masalah ini secara tidak langsung dapat mematikan dengan memicu banyak penyakit. 

"Tidak terlihat seperti virus, tapi infeksi karena rusaknya saluran pernapasan atas akibat menghirup polusi setiap hari sering kali gak disadari oleh publik hingga akhirnya kritis," ungkap dr Dicky. 

Dia menambahkan, "Udara beracun ini bisa menyebabkan vatalitas, terutama bagi anak-anak, lansia, orang dengan asma maupun penderita penyakit jantung." 

Menjadi catatan bersama, kata dr Dicky, menghirup udara yang tidak sehat atau bahkan beracun dapat menyebabkan kematian dini akibat stroke dan kanker paru-paru.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
1 tahun lalu

Udara Jabodetabek di Level Beracun, Waspada ISPA hingga Penyakit Jantung!

1 tahun lalu

Kualitas Udara Jabodetabek di Level Beracun, Ini Faktanya! 

2 tahun lalu

BMKG Ingatkan Polusi Jakarta Tinggi pada Malam dan Pagi Hari

2 tahun lalu

Waspada Paparan Polusi Udara, Ini 5 Cara Ampuh Atasi Flu dan Batuk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal