UBN Soroti Proposal 10 Poin Iran ke AS: Indonesia Perlu Waspadai Kebijakan Selat Hormuz

iNews
Ulama nasional sekaligus pengamat Timur Tengah, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN). (Foto: Istimewa)

Selain itu, UBN menekankan pentingnya audit kontrak logistik migas untuk mengantisipasi lonjakan biaya yang dapat membebani anggaran negara.

Ulama nasional sekaligus pengamat Timur Tengah, Ustaz Bachtiar Nasir, menilai proposal 10 poin dari Iran kepada AS, bukan sekadar upaya menghentikan perang. (Foto: Istimewa)

Di tingkat masyarakat, UBN mengimbau sikap waspada dan seimbang. Pasalnya, ketegangan di Selat Hormuz berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari. 

"Masyarakat perlu lebih bijak dalam konsumsi energi," ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar publik tidak terjebak pada narasi konflik berbasis sentimen sektarian. Menurut UBN, konflik tersebut lebih mencerminkan dinamika kekuasaan global ketimbang semata perbedaan ideologis.

Adapun proposal Iran mencakup 10 poin, antara lain jaminan nonagresi dari AS, pengakuan kendali Iran atas Selat Hormuz, hak pengayaan uranium, pencabutan seluruh sanksi, hingga penarikan pasukan AS dari kawasan. Proposal itu disebut telah mendapat sinyal awal dari Presiden AS, Donald Trump, untuk menjadi dasar perundingan lanjutan.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata, Begini Sikap Israel

57 tahun lalu

Gencatan Senjata dengan AS, Iran Buka Selat Hormuz

57 tahun lalu

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

57 tahun lalu

AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata, Israel Masih Bungkam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal