TKN: Perubahan Koalisi Tunggu Jokowi Bertemu Ketua Umum Partai

Abdul Rochim
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani. (Foto: iNews.id).

"Kalau dianggap sudah cukup, berarti tidak nambah. Kalau dianggap belum cukup untuk menjamin dukungan bagi pemerintahan ya mungkin bisa nambah satu kira-kira," ujarnya.

Dia mengingatkan, jika bertambah satu parpol lagi dalam koalisi, kekuatan di parlemen sudah di atas 70 persen. Bila semua diajak, tentu fungsi check and balance di Senayan menjadi tidak ada lagi. Ini dianggap tidak bagus untuk demokrasi.

PDI Perjuangan juga mempertanyakan seadainya semua parpol akan satu barisan dalam pemerintahan. Berada di luar pemerintahan sebagaimana dialami PDIP selama 10 tahun juga suatu hal yang baik.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengindikasikan partainya bakal bergabung dalam barisan koalisi Jokowi-Ma’ruf. Namun, sebelum itu, PAN terlebih dahulu menggelar rapat kerja nasional dengan agenda utama menentukan sikap politik ke depan.

"Saya harus akui bahwa kemungkinan untuk PAN untuk bergabung ke pemerintah yang nanti bakal dipimpin Pak Jokowi sangat besar," tutur Bara di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (29/6/2019).

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rizal Fadillah Minta Polisi Tegas soal Kasus Ijazah Jokowi: Beri Kepastian Hukum!

57 tahun lalu

David Pajung: Sidang Kasus Ijazah Jokowi Harus Terbuka agar Publik Melihat Fakta

57 tahun lalu

Roy Suryo Cs Belum Ditahan, Khozinudin: Polisi dan Jaksa Ragu!

57 tahun lalu

Roy Suryo Cs Sentil Kubu Jokowi: Klaim P21 tapi Desak Penahanan ke Penyidik, Gak Nyambung!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal