Terungkap, Banyak Dapur SPPG Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Iqbal Dwi Purnama
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Foto: Aldhi Chandra)

"Kalau SLHS itu lebih fasilitas dan orang-orangnya. Kalau HACCP ini akan lebih ke proses dan risk mitigasinya," ucap Budi.

Sebelumnya, Ombudsman RI mengungkap adanya 34 kejadian luar biasa (KLB) keracunan massal yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari hingga September 2025.

Bandung Barat tercatat ada 1.333 siswa harus mendapat perawatan medis akibat makanan terlambat didistribusikan dan tidak higienis. Garut, Jawa Barat tercatat ada 657 siswa keracunan setelah menyantap makanan MBG. Kulon Progo, DIY ada 457 siswa alami gejala keracunan.

Selain itu Lebong, Bengkulu tercatat ada  539 orang terdampak keracunan massal. Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, 276 siswa keracunan akibat makanan tercemar.

Bogor, Jawa Barat, ratusan siswa di Sekolah Percontohan Bina Insani mengalami keracunan hingga ditetapkan sebagai KLB. Belitung, Bangka Belitung ada puluhan siswa jatuh sakit akibat makanan basi karena distribusi terlambat.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

BGN Minta Maaf, Janji Tanggung Biaya Pengobatan Korban dan Suspend SPPG Pondok Kelapa

Nasional
3 hari lalu

RI Berpotensi Surplus 50.000 Perawat di 2029, Pemerintah Siapkan Penyaluran ke Luar Negeri

Nasional
4 hari lalu

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif Rp6 Juta per Hari SPPG Bisa Langsung Disetop

Health
7 hari lalu

3 Dokter Magang Meninggal Dalam Sebulan, Begini Langkah Kemenkes

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal