Salmah berharap program Makan Bergizi Sehat (MBG) dapat dipenuhi dari sumber pangan lokal yang memperhatikan asupan gizi. Ia menjelaskan bahwa melalui program ini, anak-anak dapat belajar tentang jenis makanan bergizi, kemandirian, dan pentingnya tidak menyisakan makanan.
Dalam pembukaan Tanwir I ‘Aisyiyah, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Kapolri terkait perlindungan perempuan dan anak.
Salmah menekankan pentingnya kerjasama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan perlindungan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan secara sinergis dengan mengedepankan perspektif korban.
Tanwir I juga akan membahas gerakan pendidikan inklusif sebagai langkah nyata untuk menyediakan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi.
Sekretaris Umum PP ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menjelaskan bahwa pendidikan inklusif bertujuan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus atau berasal dari latar belakang marjinal.
“Gerakan pendidikan inklusif menjadi upaya nyata untuk menyediakan pendidikan berkualitas tanpa diskriminasi yang menjunjung tinggi kesetaraan,” tambah Tri.