Tanwir I ‘Aisyiyah bakal Singgung soal MBG, Sekolah Inklusif dan Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak

Komaruddin Bagja
Tanwir I ‘Aisyiyah (Foto: Komaruddin Bagja)

JAKARTA, iNews.id - Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah akan menggelar Tanwir I pada 15-17 Januari 2025 di Hotel Tavia Heritage, Jakarta Pusat. Berbagai isu strategis yang akan dibahas antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah Inklusif serta perlindungan perempuan dan anak.

Acara yang bertema "Dinamisasi Perempuan Berkemajuan Menuju Indonesia Berkeadilan" akan dihadiri oleh 350 peserta dari berbagai tingkatan Pimpinan ‘Aisyiyah, sementara Pimpinan Cabang Istimewa akan berpartisipasi secara daring melalui Zoom.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah mengatakan, bahwa masih terdapat ketimpangan di masyarakat, terlihat dari masalah kemiskinan, akses layanan dasar yang belum terpenuhi, serta tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Ketimpangan tersebut harus diatasi agar tidak ada seorang pun yang tertinggal atau no one left behind,” ujar Salmah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Selasa (14/1/2025).

Kedaulatan Pangan 

Salah satu isu penting yang akan dibahas adalah kedaulatan pangan. Salmah menekankan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam menggerakkan ketahanan pangan. Ia menyambut baik rencana pemerintah untuk menghentikan impor pangan dan memperkuat sektor pertanian domestik.

Salmah berharap program Makan Bergizi Sehat (MBG) dapat dipenuhi dari sumber pangan lokal yang memperhatikan asupan gizi. Ia menjelaskan bahwa melalui program ini, anak-anak dapat belajar tentang jenis makanan bergizi, kemandirian, dan pentingnya tidak menyisakan makanan.

Kerjasama dengan Kepolisian Soal Perlindungan Perempuan dan Anak 

Dalam pembukaan Tanwir I ‘Aisyiyah, akan dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Kapolri terkait perlindungan perempuan dan anak. 

Salmah menekankan pentingnya kerjasama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan perlindungan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan secara sinergis dengan mengedepankan perspektif korban.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Muhammadiyah Sampaikan 8 Rekomendasi terkait Board of Peace: Perdamaian Harus Disertai Keadilan!

Nasional
7 hari lalu

Prabowo Bertemu NU hingga Muhammadiyah di Istana Siang Ini, Bahas Apa?

Nasional
11 hari lalu

Muhammadiyah Tak Sepakat Polri di Bawah Kementerian: Bisa Muncul Problem Baru

Nasional
31 hari lalu

Anwar Abbas Respons Polemik Materi Pandji di Mens Rea: Bangsa Ini Butuh Kritik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal