"Sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman di tingkat penyelidikan," kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).
Dia menjelaskan, empat orang yang dinamakan itu, berinisial NDP berpangkat Kapten; SL dan BHW dengan pangkat Letu serta ES berpangkat Serda. Terkait motif penyiraman cairan berbahaya kepada Andrie, kini masih didalami oleh Puspom TNI.
"Jadi kita masih mendalami motifnya," ucapnya.
Diketahui, Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026. Dia diserang usai tampil dalam podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Akibat serangan tersebut, dia mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.
Andrie masih mendapatkan perawatan di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Matanya mengalami kerusakan sel punca kornea yang diperkirakan sekitar 40 persen. Tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.
“Adapun kondisi terkini mata kanan pasien dalam keadaan stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan,” demikian keterangan yang disampaikan RSCM, Rabu (18/3/2026).
RSCM menyampaikan tampak tanda-tanda pemulihan pada kornea mata Andrie. Tim dokter masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Andrie Yunus.
“Sel punca kornea mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun proses epitelisasi masih dalam tahap pemantauan lebih lanjut,” tulis keterangan RSCM.