Strategi BI usai Rupiah Tembus Level Rp17.100 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Foto: Sindonews)

Dia menerangkan, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tekanan terhadap Rupiah akibat sentimen global tidak mengganggu fundamental ekonomi domestik secara ekstrem.

Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang menjadi pemicu utama lonjakan harga komoditas dan pelemahan nilai tukar, Destry menilai Indonesia memiliki posisi tawar yang cukup kuat. 

Sebagai negara eksportir komoditas, kenaikan harga energi dan pangan global diprediksi akan memberikan tambahan pendapatan negara yang dapat menjadi penyeimbang (offset) bagi pelemahan Rupiah.

“Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” ucap Destry.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
16 jam lalu

Rupiah Anjlok Tembus Rp17.105, Airlangga: Mata Uang Lain Juga Melemah

Nasional
19 jam lalu

Purbaya Respons Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS: Masih Masuk Skenario

Nasional
19 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Anjlok ke Rp17.105 per Dolar AS

Makro
22 hari lalu

Breaking News: BI Rilis Aturan Baru Beli Dolar AS, Kini Dibatasi Maksimal 50.000 per Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal