Jenderal Besar AH Nasution mulai bergabung dengan korps perwira cadangan bentukan Belanda pada tahun 1940. Kemudian, ia dipercaya menjadi perwira KNIL.
Setelah proklamasi kemerdekaan, Nasution bergabung dengan TKR dan diangkat menjadi Panglima Regional Divisi Siliwangi Jawa Barat pada 1946. Kariernya terus meningkat pada masa demokrasi terpimpin, ia dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.
Nama besarnya membuat Jenderal Bintang 5 di Indonesia ini masuk dalam daftar penumpasan Gerakan 30 September oleh PKI. Beruntung, ia selamat dan ditunjuk untuk menumpas para PKI.
Berkat jasanya itu, ia dianugerahi pangkat kehormatan sebagai Jenderal Besar TNI pada 5 Oktober 1997 dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia.
Soeharto mendapatkan pangkat Jenderal Bintang 5 di Indonesia karena tugas-tugas besar yang diembannya selama berkarier di dunia TNI, seperti mengawal Panglima Besar Soedirman, Panglima Mandala Pembebasan Irian Barat, Penumpasan G30S PKI hingga memberikan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).
Tak cuma itu, ia juga ditetapkan sebagai Presiden pada 27 Maret 1968. Masa kepemimpinannya itu pun dikenal dengan nama Orde Baru. Ia meninggal dunia pada 27 Januari 2008 di usia ke-87 tahun.
Demikian sosok Jenderal Bintang 5 di Indonesia. Semoga kisah di atas bisa menginspirasi ya!