Soal PSE, Pengamat: Pemerintah Bisa Tegas pada FB, Google dan Twitter

Carlos Roy Fajarta
Pengamat militer, komunikasi dan intelijen Dr. Susaningtyas NH Kertopati (foto: istimewa)

FB katanya akan rugi banyak karena pemakainya di Indonesia sangat banyak. Pengumuman dari pemerintah sangat penting, terutama untuk mengimbau para pengiklan di FB dan Twitter untuk menghentikan iklannya sementara platform tersebut diblokir.

Terkait Google, dia menyebut memang akan lebih banyak mendapatkan penolakan masyarakat, karena pemakaiannya sudah sampai ke berbagai elemen masyarakat. Belum lagi YouTube yang di bawah Google sudah menjadi platform mencari uang banyak pihak.

"Atas dasar inilah, Uni Eropa melarang Google memberikan aplikasinya secara default di ponsel Android yang beredar di negara Uni Eropa, selain karena melanggar aturan monopoli, ini juga mengurangi ketergantungan masyarakat di sana terhadap aplikasi Google.

Nuning menjelaskan, pendekatan untuk Google ini memang agak berbeda. Menurut dia sebaiknya negara tidak kalah melawan Google cs, karena negara lain sudah tegas minimal dengan denda, dan bila tidak membayar denda maka Google cs akan diblokir layanannya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Fakta Mengejutkan! Banyak Anak Indonesia Ngaku Dewasa agar Bebas Main Medsos

Nasional
30 hari lalu

Nadiem Heran Didakwa Perkaya Diri Rp809 Miliar: Tak Sepeser pun Uang Masuk Kantong Saya

Nasional
30 hari lalu

Jaksa Sebut Nadiem Tahu Chromebook Tak Bisa Digunakan Guru dan Siswa

Nasional
2 bulan lalu

Komdigi Minta Google Hapus 8 Aplikasi Matel yang Sebar Data Debitur 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal