JAKARTA, iNews.id – Kasus siswa SD Ngada bunuh diri yang terjadi di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan, penyebab peristiwa tragis tersebut tidak bisa disimpulkan hanya karena ketidakmampuan membeli perlengkapan sekolah.
Korban merupakan siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) yang ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh dekat kebun milik neneknya. Peristiwa ini terjadi pada akhir Januari 2026 dan sempat meninggalkan surat perpisahan untuk sang ibu.
Bupati Ngada menjelaskan, setelah menerima laporan terkait siswa SD bunuh diri, pemerintah daerah langsung membentuk tim internal yang melibatkan sejumlah perangkat daerah, mulai dari PMD, Dinas Pendidikan hingga Dukcapil.
Menurut Bupati, dari laporan awal yang diterima, latar belakang kehidupan korban tergolong kompleks. Sejak kecil korban ditinggalkan ayahnya dan diasuh oleh neneknya, sementara sang ibu harus menghidupi lima anak dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Dari laporan tertulis yang saya terima, latar belakang kehidupannya cukup kompleks. Dari kecil ditinggalkan ayahnya, tinggal dengan nenek, dan kondisi ekonomi keluarga yang berat,” ujar Bupati Ngada kepada iNews TV, Rabu (4/2/2026).