"Kerja jam 6 pagi sampai 12 malem. Kita harus beres-beres dari pagi dan tutup setelah konser, itu kerjanya barengan sama proses menuju SBMPTN dan SIMAK UI. Jadi, aku literally ngelayanin customer, nyuri-nyuri belajar dari pakai pocket yang warna kuning," kisahnya.
Tak sampai di situ, Ira bahkan belajar lagi usai pulang bekerja. Menurut Ira hal itu tidak berat dilakukan saat itu sebab hal itumenjadi satu-satunya cara untuk mengubah masa depannya.
"Pulang, aku belajar sampai jam 3 pagi. Itu aku nggak terlalu berat karena cuma itu yang bisa aku mungkin lakukan dan satu-satunya harapan aku untuk mengubah masa depan," kata dia.
Berkat kegigihannya, Ira pun dinyatakan lulus SBMPTN di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan Fakultas Hukum di Universitas Indonesia. Dengan pertimbangan yang matang, Ira memutuskan untuk mengambil Fakultas Hukum di Universitas Indonesia.
Ira pun menjalani perkuliahan selama 4,5 tahun dan lulus di awal tahun 2020. Dari sana ia mendapatkan tawaran kerja di sebuah law firm sejak dari semester 7 dan menjadi pengajar debat di sekolah internasional.