“Senang banget. Tapi langsung muncul pikiran ‘Wow, akan beneran jauh dari keluarga dan temen-temen selama dua tahun nih.’ Sebelumnya sudah tahu akan konsekuensi ini, tapi ketika lolos ya itu semua jadi real gitu,” ujar Rivi.
Meski begitu, Rivi mendapat dukungan yang besar dari keluarga dan juga teman-temannya. Ia pun berusaha untuk bahagia dan menikmati hari-hari sebelum berangkat ke Australia pada Februari 2023 lalu sebaik mungkin.
"Jadi aku menolak untuk sedih, menolak untuk mikirin itu. Akhirnya masuk Februari, semakin anxiety karena bingung harus excited atau sedih. Tapi semua aku jalanin sebaik mungkin, termasuk selama di sini kalau sedang homesick, aku selalu mengalihkan pikiran, misalnya," katanya.
Rivi kini mengaku senang karena dapat menempuh perkuliahan di Monash University dengan beasiswa LPDP. Bahkan, ia bertemu dengan teman-teman baru yang rasanya sudah seperti keluarga sendiri.
Selamat berjuang ya!