Sematkan Baret Ungu kepada 512 Praja Korps Marinir, KSAL : Pertajam Naluri Tempur Kalian

Kurnia Illahi
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyematkan baret ungu kepada 512 prajurit remaja Korps Marinir di tepi pantai Baruna, Malang Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). (Foto: Dok. TNI AL)

Selain itu dia juga meminta agar pra prajurit Marinir tetap bersikap ramah, beretika dan humanis dengan mengembangkan jiwa korsa positif dalam menjaga soliditas TNI dan Polri maupun dengan seluruh elemen masyarakat. Dia juga meminta agar para prajurit Marinir mengisi kebanggaan dengan terus membina jiwa dan raga.

"Pertajam naluri dan tempur kemampuan tempur kalian bagai keris samudera yang siap menghujam. Sehingga, dapat menjadi ksatria samudera yang siap tempur dengan penuh semangat pengabdian tanpa pamrih, patriot sejati penerus perjuangan prajurit Jalasena yang gagah berani, kebanggaan bangsa dan negara tercinta serta rakyat Indonesia," katanya.

Dalam prosesi pemakaian baret Korps Marinir tersebut sempat diperdengarkan pidato Presiden Soekarno saat penganugerahan Panji kepada Korps Komando AL dan pembacaan surat pesan terakhir Prajurit KKO AL Usman dan Harun. Momen itu dilakukan untuk membangkitkan rasa hormat dan bangga serta penghargaan yang tinggi para prajurit Korps Marinir muda.

Momentum sakral pemakaian baret oleh Inspektur Upacara kepada perwakilan peserta dilanjutkan dengan pengucapan janji sebagai prajurit Korps Marinir oleh seluruh prajurit Korps Marinir. Janji untuk senantiasa menjunjung tinggi jiwa korsa, kehormatan, dan jati diri prajurit Korps Marinir.

Tradisi pembaretan ini merupakan implementasi pembinaan personel Korps Marinir dari aspek kultural yang merupakan peristiwa penting di awal perjalanan seorang prajurit Korps Marinir.

Baret Ungu bagi prajurit Korps Marinir merupakan kehormatan karena untuk memperolehnya diperlukan perjuangan yang sangat berat dengan cucuran keringat dan darah. 

Sebelumnya mereka harus menempuh Pendidikan Komando selama 90 hari yang meliputi tahap komando, tahap laut, tahap hutan, tahap Gerilya Lawan Gerilya, hingga tahap limed (lintas medan) sejauh 300 km.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Mantan KSAL Laksamana Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia di Usia 81 Tahun

1 bulan lalu

Detik-Detik Pasukan Elite Inggris Serbu Kapal Tanker Diduga Armada Bayangan Rusia

1 bulan lalu

Hebat, Perwira Marinir TNI AL Raih 3 Penghargaan Bergengsi di Amerika Serikat

4 bulan lalu

Penjelasan TNI AL soal Siswa SMP di Gresik Diduga Kena Peluru Nyasar, Tegaskan Tak Ada Intimidasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal