Ia mengutarakan bahwa PT Pakerin sejatinya merupakan industri berskala besar yang memiliki rekam jejak kemitraan sosial sangat baik dengan komunitas lokal lewat beragam program pemberdayaan dan filantropi.
Kendati demikian, kinerja operasional korporasi tersebut kini dilaporkan merosot tajam, di mana denyut produksi pabrik saat ini tinggal tersisa 20 persen saja, sedangkan 80 persen aktivitas operasional lainnya sudah sepenuhnya lumpuh.
"Dampaknya bukan hanya kepada pekerja, tetapi juga ekonomi masyarakat sekitar. Bahkan ada pasar yang sangat bergantung pada daya beli buruh PT Pakerin," kata Said.
Ia memprediksi sebanyak 2.500 tenaga kerja kini berada di ambang pemangkasan hubungan kerja apabila korporasi tidak segera mendapatkan solusi pemulihan dalam waktu dekat.
“Ada satu pasar yang saya datangi tidak jauh dari PT Pakerin itu sangat bergantung jual beli barangnya dari buruh-buruh PT Pakerin. Saat kondisi perusahaan sekarang hanya tersisa seperlima pabrik PT Pakarin yang masih beroperasi, 80 persen tutup buruhnya enggak ada pendapatan pasar, itu juga tutup," kata dia.