"Jadi ini mempengaruhi ekonomi di sekitar perusahaan. Temuannya, 2.500 buruh yang terancam PHK,” imbuhnya.
Mengacu pada himpunan data yang diperoleh di area pabrik, Said mensinyalir soal macetnya aliran dana modal kerja menjadi pemicu utama ambruknya operasional PT Pakerin.
Ia memaparkan bahwa kas internal perusahaan yang ditaksir bernilai Rp800 miliar hingga Rp1 triliun sebelumnya terparkir di Bank Prima Jawa Timur. Namun, setelah bank tersebut dilikuidasi dan masuk dalam penanganan hukum oleh otoritas keuangan, hak akses PT Pakerin untuk mencairkan likuiditas modal kerjanya menjadi tersumbat.
"Informasi yang saya dapat, modal kerja PT Pakerin sekitar Rp800 miliar sampai Rp1 triliun tersimpan di Bank Prima," kata dia.