Said Iqbal Ungkap Ribuan Pekerja di Jabar hingga Jatim Terancam PHK, Ada Apa?
Said menjabarkan efek buruk perselisihan global tersebut merembet ke dua klasifikasi industri nasional secara bersamaan. Kategori pertama mencakup pabrik berorientasi ekspor seperti garmen dan alas kaki yang terpukul oleh merosotnya angka permintaan dari pasar internasional.
Sementara kategori kedua adalah manufaktur yang bersandar pada pasokan impor, lantaran dipaksa memikul lonjakan beban produksi akibat melambungnya harga komoditas global.
"Sebaliknya, perusahaan yang bahan bakunya impor mengalami lonjakan ongkos produksi karena harga bahan baku ikut naik," ujarnya.
Said menilai soal himpitan kondisi tersebut lambat laun mengikis daya beli publik sekaligus memangkas skala operasional pabrik-pabrik di dalam negeri.
Berdasarkan observasi langsungnya di lapangan, Said mengklaim menjumpai sekitar empat hingga lima perusahaan yang berisiko merumahkan karyawannya dalam skala masif, dengan PT Pakerin di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai salah satu contoh yang paling mengkhawatirkan.