RUU EBT Diharapkan Lahirkan Regulasi yang Lebih Berkeadilan Bukan Bermotif Bisnis

Rizqa Leony Putri
Diskusi Polemik MNC Trijaya. (Foto: dok MPI)

Mukhtasor menambahkan, RUU EBT harus disinkronisasi dengan undang-undang ataupun regulasi lainnya, seperti regulasi pengembangan industri dalam negeri.  Menurutnya, insentif sebaiknya disalurkan untuk menciptakan kemandirian industri nasional di bidang EBT, semisal pada industri dalam negeri yang mengembangkan dan memproduksi panel surya, turbin, dan sebagainya.

"Intinya bangun dulu ekonomi produktif, jangan modal nasional nanti habis untuk feed in tariff saja tanpa ada nilai tambahnya. Hapus feed in tariff dari RUU EBT," tegasnya.

Perpres Pembelian TLET 

Dalam diskusi juga terungkap mengenai  rencana penerbitan Perpres tentang Pembelian Tenaga Listrik Energi Terbarukan Oleh PT Perusahaan Listrik Negara. Menurut Mukhtasor, perpres yang antara lain mengatur soal tarif Pembelian Tenaga Listrik Energi Terbarukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, di mana harga energi baru terbarukan (EBT) sudah semakin murah.

“Intinya nanti harga ditetapkan oleh pemerintah, tetapi klausul di dalamnya bisa bervariasi, tergantung. PLN akan membeli dari swasta, harga ditetapkan oleh negara. Kalau ditetapkan oleh negara, artinya bukan harga pasar, berarti ada intervensi,” kata Mukhtasor.

Sementara itu, Tulus Abadi berpendapat, RUU EBT harus mewakili kepentingan semua pihak, khususnya stakeholder utama. Kendati bertujuan positif, dia berharap regulasi yang dibuat tidak memberatkan konsumen di masa mendatang. 

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Nasional
27 hari lalu

Prabowo dan Macron Bahas Pengadaan Alutsista hingga Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis
1 bulan lalu

Diversifikasi Bisnis, Emiten Energi Ini Perkuat Sektor EBT hingga Kecerdasan Buatan

Bisnis
1 bulan lalu

Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten dengan Energi Transisi

Nasional
4 bulan lalu

ESDM: Porsi EBT di Bauran Energi Naik Jadi 15,75 Persen, Tambahan Terbesar dari PLTA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal