"Saya rasa depresiasi ini berdampak bukan hanya pada pabrik Daihatsu. Ini akan terjadi pada seluruh industri yang ada di Indonesia. Maka saya yakin akan ada penyesuaian," kata Sri Agung.
Meski industri sedang tertekan, Daihatsu memastikan belum menaikkan harga kendaraan. Perusahaan memilih bersikap hati-hati karena mayoritas konsumennya merupakan pembeli mobil pertama yang sensitif terhadap harga.
"Daihatsu akan melakukan dengan sangat hati-hati dan prudent. Artinya tidak semua dilakukan dan di-deploy kepada customer. Dan perlu dicatat (konsumen) Daihatsu itu first car buyer (pembeli mobil pertama)," ujarnya.
Sri Agung juga menegaskan hingga saat ini belum ada kenaikan harga mobil Daihatsu meski tekanan kurs rupiah sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
"Saat ini tidak ada kenaikan harga Daihatsu. Selama 4 bulan sejauh ini, 5 bulan tidak ada sama sekali," katanya.