Dolar Naik, Pedagang Elektronik di Glodok Menjerit Toko Sepi
JAKARTA, iNews.id - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh angka Rp18.000 mulai menghantam perdagangan elektronik di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Penjualan anjlok, sementara harga barang elektronik terus merangkak naik akibat ketergantungan pada produk impor.
Suasana pusat perbelanjaan elektronik di Glodok Tamansari, Jakarta Barat, kini terlihat lebih sepi dibanding hari biasanya. Sejumlah gerai tampak tutup, sedangkan pedagang yang masih bertahan memilih mengurangi stok barang untuk menekan potensi kerugian.
Pelemahan rupiah membuat harga berbagai produk elektronik ikut terkerek. Kondisi itu langsung memukul daya beli masyarakat yang kini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding membeli perangkat elektronik.
“Mau sebulan sebulan. Karena pengaruhnya ini langsung, langsung terjadi gitu. Penjualannya lesu,” ujar Herman, pedagang elektronik di Glodok.
Menurutnya, dampak pelemahan rupiah terasa sangat cepat di pasar elektronik karena sebagian besar barang masih bergantung pada impor dan transaksi dolar Amerika Serikat. Kenaikan harga membuat konsumen menunda pembelian, terutama untuk barang elektronik non-prioritas.