Meski begitu, masyarakat perkotaan tetap diminta waspada saat bepergian ke wilayah hutan atau daerah endemis Malaria Knowlesi. Sebab, risiko terpapar nyamuk pembawa parasit akan meningkat di kawasan tersebut.
“Tentu saja bisa, jadi kalau kita memang datang ke daerah yang beresiko tinggi untuk terjadinya penularan Malaria Knowlesi ini, maka tentunya bisa terjadi infeksi,” ucap dr. Inke.
Dia menyarankan masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan setelah kembali dari kawasan hutan. Jika mengalami demam hingga dua minggu setelah pulang, maka perlu mempertimbangkan kemungkinan terinfeksi Malaria Knowlesi.
“Maka ketika muncul demam sampai dua minggu setelah pulang, dua minggu setelah pulang dari hutan tersebut, kita tetap harus berpikir apakah ini terkena oleh Malaria Knowlesi tadi,” katanya.
Meski demikian, dr Inke menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena Malaria Knowlesi tidak dapat menular dari manusia ke manusia. Penularan hanya dapat terjadi jika ada tiga unsur sekaligus, yakni monyet yang terinfeksi, nyamuk pembawa parasit, dan manusia.
Selain itu, penyakit ini tidak dapat menular melalui kontak langsung dengan monyet maupun lewat udara.