JAKARTA, iNews.id - Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Inke Nadia Diniyanti Lubis mengungkapkan risiko penularan Malaria Knowlesi atau Malaria Monyet (Monkey Malaria) di wilayah perkotaan sangat rendah. Ini karena daerah kota umumnya tidak memiliki nyamuk Anopheles yang menjadi pembawa parasit penyebab penyakit tersebut.
Dia menjelaskan meski monyet atau kera mungkin ditemukan di kawasan perkotaan, penularan kepada manusia hampir tidak terjadi.
“Jadi, untuk di daerah perkotaan sebetulnya resikonya sangat rendah dikarenakan, tadi untuk di wilayah perkotaan meskipun kera-nya mungkin ada, dan monyet ini kan sebetulnya tidak kita obati, jadi sebagian besar monyet ini memang sudah terinfeksi, namun karena mereka sudah bolak-balik terpapar, mereka tidak mengalami gejala seperti pada manusia,” kata dr Inke dalam media briefing “Mengenal Monkey Malaria”, Rabu (13/5/2026).
Dia menjelaskan, penularan Malaria Knowlesi hanya bisa terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles yang membawa parasit plasmodium knowlesi dari monyet ke manusia. Jika nyamuk tersebut tidak ada, maka rantai penularan tidak akan terjadi.
“Nah, kalau di perkotaan itu tidak ada nyamuk yang khusus membawa jenis parasit ini, sehingga biasa di perkotaan itu tidak terjadi penularan sama sekali,” ujarnya.