RI Tak Lagi Bergantung pada Minyak Timur Tengah, Bahlil: Sudah Kontrak dengan Negara Lain

Iqbal Dwi Purnama
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan RI tak lagi bergantung pada pasokan minyak Timur Tengah. (Foto: Binti Mufarida)

"Tapi kalau harganya lebih kompetitif, maka tidak menentu kemungkinan juga untuk kita mencoba untuk membuka akses pasar di Middle East," kata Bahlil. 

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan proyeksi impor minyak melalui kerjasama dengan Rusia diperkirakan tembus 150 juta barel. BBM ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun sekaligus industri. 

Yuliot mengatakan impor minyak dari Rusia tidak diserap seluruhnya oleh PT Pertamina (Persero), tapi ada Badan Layanan Umum (BLU) Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas yang akan melakukan transaksi. 

Sebab nantinya para pelaku industri bisa langsung membeli minyak tersebut untuk kebutuhan aktivitas pertambangan, hingga pabrik petrokimia, sebagai bahan baku utama untuk memproduksi plastik, karet sintetik, serat pakaian, pupuk, dan deterjen.

"Ini kan juga ada industri juga ya kemudian ada kegiatan tambang juga, jadi kita bisa distribusikan untuk bahan baku petrokimia, kan juga diperlukan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (24/4).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kapal-Kapal Tanker Iran Kini Bebas Wara-wiri Tanpa Diserbu Kapal Perang AS

57 tahun lalu

BBM Jenis Baru Dirilis 1 Juli 2026, Apa Itu?

57 tahun lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.725 per Dolar AS

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal