JAKARTA, iNews.id - Pengangkatan sejumlah tokoh menjadi komisaris badan usaha milik negara (BUMN) yang berasal dari kalangan non-korporasi menuai sorotan publik. Hal ini dinilai sebagian pihak sarat muatan balas jasa politik.
Sejumlah tokoh itu di antaranya asisten Raffi Ahmad, Mufli Ananda, yang diangkat menjadi Komisaris PT Krakatau Posco hingga relawan pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ginka Febriyanti Ginting, yang menjabat Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare),
Merespons polemik tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari menegaskan, keberadaan komisaris memiliki peran penting dalam mengawal jalannya perusahaan sekaligus memastikan agenda pemerintah sebagai pemegang saham negara dapat terlaksana.
"Dari pengalaman saya sendiri, karena saya pernah berada di, merasakan jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi, sebetulnya memang keberadaan komisaris itu penting dan perlu, untuk bisa memberikan arahan sekaligus mengawal agenda-agenda pemerintah," kata Qodari saat dijumpai di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026).
Qodari menambahkan, komisaris yang berasal dari latar belakang berbeda juga dapat memberikan sudut pandang baru dalam pengambilan keputusan di perusahaan.