Sebab, katanya, yang menjadi taruhan adalah nasib pasar saham ke depan dan kepercayaan investor. Dia menekankan kekurangan di masa kepemimpinan OJK yang lalu mesti menjadi pembelajaran.
"Kami harus mengikuti undang-undang yang ada karena ini berkaitan dengan integritas mengelola pasar dan regulasi. Kalau kami melanggar undang-undang yang ada, justru akan mengganggu kredibilitas dan kredibilitas hasil panselnya nanti, atau kredibilitas hasil Ketua OJK-nya nanti," kata dia.
Sebelumnya, nama Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun santer diisukan menjadi calon ketua OJK. Namun, politisi Golkar itu membantah isu tersebut.
“Saya belum tahu. Sampai saat ini tugas partai saya, saya adalah Ketua Komisi XI,” kata Misbakhun di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).