Ratusan Perempuan Perjuangkan Kebaya sebagai Warisan Budaya ke UNESCO

Achmad Al Fiqri
Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia bersama Komunitas Menari melakukan aksi jalan santai di Car Free Day (CFD). (Foto MPI).

JAKARTA, iNews.id - Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia bersama Komunitas Menari melakukan aksi jalan santai di Car Free Day (CFD), Minggu (7/8/2022). Longmarch itu dilakukan sembari memperkenalkan busana kebaya ke dunia.

Ketua Umum Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia Rahmi Hidayati mengatakan aksi jalan santai itu ditujukan untuk mengenalkan busana kebaya ke masyarakat luas. Tujuannya agar busana kebaya dapat didaftarkan ke UNESCO.

"Kita sedang berproses mendaftarkan kebaya ini ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda," terang Rahmi saat ditemui di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (7/8/2022).

Rahmi mengatakan, pendaftaran busana kebaya ke UNESCO mendapat dukungan dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Sehingga akhirnya malah kita yang digandeng, nanti malah empat negara ini bersama-sama mendaftar kebaya ke UNESCO. Rencananya seperti itu. Untuk itu, kita perlu menggaungkan keberadaan kebaya ini di Indonesia," terang Rahmi.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
4 hari lalu

Banyak Perempuan Sulit Kelola Keuangan, Risiko Penipuan Digital Meningkat!

15 hari lalu

Konservasi Prambanan Resmi Dimulai, 224 Candi Perwara Jadi Prioritas

27 hari lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

31 hari lalu

DPR Soroti Kasus Perempuan Disekap Pacar 3 Tahun di Bandung: Hukum Pelaku Secepatnya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal