Lebih lanjut, ia menilai keberadaan layanan psikologi dari Puspadaya dapat menjadi solusi bagi sekolah negeri yang masih memiliki keterbatasan sumber daya, terutama minimnya guru bimbingan dan konseling maupun pendamping profesional bagi anak berkebutuhan khusus.
"Dengan adanya layanan psikologi ini tentu sangat dibutuhkan untuk sekolah. Apalagi di sekolah negeri sangat sulit mendapatkan shadow teacher maupun pendamping profesional bagi anak-anak yang membutuhkan layanan khusus," tuturnya.
Andrianto berharap ke depan sekolah-sekolah negeri dapat memperoleh akses konsultasi psikologis secara berkelanjutan. Layanan tersebut dinilai penting, tidak hanya untuk menangani kasus bullying, tetapi juga membantu guru mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sejak dini agar memperoleh metode pembelajaran yang sesuai.
"Harapan ke depan, kami di sekolah negeri ingin ada bantuan layanan. Ketika di sekolah terjadi hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan khusus, kami bisa berkonsultasi. Selain itu, kami juga membutuhkan layanan profesional untuk memastikan kebutuhan anak-anak yang terindikasi berkebutuhan khusus agar mereka mendapatkan penanganan yang tepat," ujarnya.