“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi," sambung dia.
Dalam diskusi tersebut, para investor memberikan masukan agar pemerintah Indonesia meningkatkan efektivitas komunikasi. Menariknya, para investor justru menilai beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu terburu-buru dalam memberikan sentimen negatif atau outlook negatif terhadap Indonesia tanpa menunggu data ekonomi yang lengkap.
Ia pun optimistis realisasi pertumbuhan ekonomi akan menjadi jawaban terbaik atas keraguan tersebut. Target pertumbuhan sebesar 5,5 persen pada triwulan I-2026 menjadi kunci utama.
"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia," ungkap Purbaya.
Sebagai informasi, pertemuan strategis ini dihadiri oleh jajaran manajer investasi papan atas dunia yang mengelola dana hingga ribuan triliun rupiah, di antaranya Blackrock, HSBC Global Asset Management, Lazard AM, Lord Abbett dan TD Asset Management.