Selain berkiprah di bidang keagamaan, Said memiliki beberapa pengalaman karier di bidang politik. Di antaranya, menjadi Wakil Ketua Tim Penyusun Rancangan AD/ART PKB, anggota MPR fraksi Utusan Golongan yang mewakili NU (1999-2004), serta Penasihat Masyarakat Pariwisata Indonesia (2001-2016).
Karier sebagai tenaga pendidik dirintisnya dengan menjadi dosen di beberapa universitas, seperti Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan ST Ibrahim Maqdum Tuban. Pernah juga duduk di kursi Wakil Direktur Universitas Islam Malang pada periode 1997-1999.
Sepak terjangnya di NU sampai pada puncaknya dengan terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2010-2015. Di Muktamar NU ke-33, Said Aqil kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2020. The Muslim 500 pernah mencatatkan namanya sebagai salah satu dari 50 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia tahun 2022.
Visi Misi KH Said Aqil Siroj
Dalam visi misinya, ada beberapa program unggulan untuk PBNU yang akan dikerjakan KH Said Aqil Siroj bila kembali terpilih menjadi ketua umum PBNU. Di antaranya menuntaskan program pembangunan Univeristas NU dan ITS NU.
Kemudian, program pengiriman mahasiswa S1, S2, S3 berbagai bidang seperti sains dan teknologi ke Eropa, Amerika, Australia, Rusia, Cina, dan India. Selain itu, juga jurusan agama ke Maroko, Al Azhar Mesir dan ke Saudi Arabia.
Dia berujar program tersebuti dijalankan agar dapat mencetak kader-kader NU yang handal yang betul-betul memahami agama Islam sebagai agama kemanusiaan, agama peradaban, agama Kebudayaan.
"Bukan hanya pemahaman teologi dan syariah saja. Juga kemandirian ekonomi, digitalisasi, database, dan layanan bagi warga Nu Inshaallah akan kita teruskan, kita sempurnakan, kita tingkatkan yang sekarang sudah kita mulai di periode sekarang ini," kata Said Aqil.