Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5% di 2027, Rupiah Rp16.800-17.500 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Grafis kerangka ekonomi RAPBN 2027. (Foto: Chat GPT)

Rancangan defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 ini terhitung sangat konservatif dan progresif. Angka ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan target defisit yang tertuang dalam UU APBN 2026, yakni sebesar Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB.

Kebijakan pengetatan ini juga menjadi evaluasi atas realisasi defisit APBN pada tahun pertama jalannya pemerintahan (periode 2025) yang sempat melebar ke angka Rp695,1 triliun atau setara 2,92 persen PDB, dari plafon target awal yang sebesar 2,78 persen PDB atau senilai Rp662 triliun.

Bagi Presiden Prabowo, perbaikan tata kelola dan penyehatan struktur anggaran ini merupakan instrumen krusial demi mewujudkan kemandirian ekonomi nasional dalam jangka panjang.

"APBN bukan sekadar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa," tegas Prabowo.

Selain memaparkan postur pembiayaan, dokumen KEM-PPKF 2027 yang disampaikan Presiden juga merinci indikator-indikator asumsi dasar ekonomi makro sebagai landasan pacu pembangunan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

PM India Narendra Modi Sambangi DPR, Disambut Prabowo hingga Puan

57 tahun lalu

India Sepakat Pasok Obat Berkualitas dan Terjangkau ke RI

57 tahun lalu

Prabowo dan Narendra ⁠Modi Sepakat Bangun Kampus Manajemen dan Teknologi India di RI

57 tahun lalu

Respons Pimpinan BGN soal Anggaran MBG 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal