“Kalau berdasarkan laporan, kapasitas produksinya cukup besar, kalau saya tidak salah di kemampuan di 3.000 unit. Nah itu kan nanti secara bisnis kita lihat apakah itu memang sudah ada kontrak-kontrak,” katanya.
Prasetyo menilai, kehadiran industri kendaraan listrik dalam negeri merupakan langkah positif dalam mendukung transformasi sektor transportasi. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
“Kepada siapa pun, maka ini adalah salah satu langkah yang yang benar gitu. Budaya kerja kita coba ubah, coba kita efisienkan, kan begitu. Satu sisi harus ada penggantinya, substitusinya. Kita kalau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi harus lari ke misalnya public transportation. Nah public transportation alhamdulillah kalau sudah ada yang juga berbasis listrik,” ujarnya.