Menurut Zulhas, kelebihan ribuan titik tersebut berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran yang sangat besar.
Dengan asumsi setiap titik memperoleh insentif Rp6 juta per hari, tambahan ribuan titik itu dapat menyebabkan pengeluaran negara lebih dari Rp1 triliun setiap bulan.
"Kalau Rp6 juta satu hari, berarti satu bulan ada pengeluaran lebih dari Rp1 triliun. Itu pemborosan. Kalau setahun bisa mencapai Rp12 triliun," katanya.